MANAJEMEN LABA SEKTOR PERHOTELAN



NAMA                        : Aisyah Amini
KELAS                       : 4EA25
NPM                           : 10213501
JURUSAN                  : Manajemen
FAKULTAS               : Ekonomi
MATA KULIAH       : Softskill Etika Bisnis

MANAJEMEN LABA
Manajemen laba ialah campur tangan dalam proses pelaporan keuangan eksternal dengan memiliki tujuan untuk menguntungkan diri sendiri. manajemen laba ialah salah satu faktor yang dapat mengurangi kredibilitas laporan keuangan, manajemen laba menambah bias dalam laporan keuangan dan dapat menggangu pemakai laporan keuangan yang mempercayai angka laba hasil rekayasa tersebut sebagai angka laba tanpa rekayasa ( setiawati dan Na’im 2000 dalam Rahmawati dkk, 2006 )
MENEJEMEN LABA HOTEL
Manajemen laba merupakan rencana kerja yang telah diperhitungkan dengan cermat dimana implikasi keuangannya dinyatakan  dalam bentuk perhitungan laba rugi.  Perencanaan laba ditujukan kepada sasaran akhir perusahaan yaitu memperoleh laba sesuai dengan yang diharapkan manajemen.  Dalam menetapkan sasaran laba, manajemen perlu mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut:
  1. Laba atau  rugi dari volume penjualan tertentu.
  2. Volume penjualan yang harus dicapai untuk menutup seluruh biaya.
  3. Titik impas atau pulang pokok ( break even point)
  4. Volume penjualan yang dapat dihasilkan pada kapasitas operasionak pada saat ini.
  5. Kapasitas opersi yang diperlukan untuk mencapai sasaran laba.
  6. Hasil pengembalian (return) atas modal yang digunakan.
Analisis Biaya , Volume , dan  Laba
Impas merupakan suatu kondisi dimana perusahaan tidak memperoleh laba namun juga tidak mengalami kerugian.  Hal tersebut berarti pada titik laba sebesar Rp.0,-. atau Titik Impas Usaha.
Break even analysis adalah tehnik  analisis yang digunakan  untuk menentukan tingkat  penjualan yang diperlukan untuk dapat menutup  seluruh biaya yang terjadi pada periode tertentu.  Break even point terjadi  pada saat Total Penjualan (pendapatan) sama jumlahnya dengan Total Biaya ( Total Revenue = Total Cost).
Biaya Variabel merupakan biaya yang jumlahnya berubah – ubah mengikuti tinggi rendahnya tingkat produksi.         Biaya  Tetap merupakan biaya yang jumlahnya relatif tetap tidak berubah-ubah mengikuti jumlah penjualan.  Misalkan biaya gaji karyawan, penyusutan, dan biaya sewa bangunan, biaya ini tetap harus dibayarkan pada jumlah tertentu, berapapun tingkat penjualan yang terjadi.  Beberapa biaya yang terjadi dapat saja berupa kombinasi antara Biaya Variabel dan Biaya Tetap, disebut Biaya Semi Variabel.
Pusat Pendapatan dan Pusat Biaya
Sebuah hotel pada umumnya pembagian pusat laba ini terjadi secara otomatis karena sifat dari usahanya.  Sebuah hotel mempunyai beberapa pusat laba dalam menjalankan aktivitas usahanya,seperti: Departemen Kamar, Departemen Makanan dan Minuman, Binatu, Telekomunikasi, Pusat Bisnis, Persewaan Ruang Usaha dan lainnya.  Berikut ini contoh format standar Laporan Laba Rugi hotel yang disusun berdasarkan pusat laba  (American Hotel & Motel Association USA, 1996: 34 – 48) :
ROOM


CurrentPeriod



Revenue


    Transient – Regular


    Transient – Group


    Permanent


    Other Rooms Revenue


  Allowance


Total Revenue


Net Revenue


Expenses :


salaries and wages:


   Employee Benefits


Total Payroll and Related Expenses


 Other Operating Expenses:


   Commisions


    Contract Cleaning


    Guest Transportation


    Laundry & dry cleaning


    Operating Supplies


    Reservations


    Uniform


    Others


Total Others Expenses


Total Expenses


Departmental Income (Loss)


  


FOOD AND BEVERAGE

Current
Period
Revenue


    Food


    Beverage


Total


  Allowance


Net Revenue


   Other Income


Total Revenue


  Cost of Sales:


    Cost of Food Consumed


          Less cost of employee Meals


    Net cost of food sales


    Cost of Beverage  Sales


     Other Cost of Sales


Net Cost of Sales


Gross  Profit


Expenses:





   Employee Benefits


Total Payroll and Related Expenses


 Other Operating Expenses:


   China,glassware,silver and linen


    Contract Cleaning


    Laundry and dry cleaning








    Operating Supplies


    Uniform


    Others


Total Other Expenses


Total Expenses


Departmental Income (Loss)





https://budiampta.wordpress.com/2011/12/10/merencanakan-laba-hotel-2/
http://www.dosenpendidikan.com/pengertian-manajemen-laba-menurut-para-ahli/

Komentar

Postingan Populer